Menggunakan SKU untuk mengelola inventaris Anda
SKU (unit penyimpanan stok) adalah kode yang dapat Anda gunakan secara internal untuk melacak inventaris dan melaporkan penjualan.
SKU berbeda dengan barkod dan digunakan untuk tujuan yang berbeda. Banyak bisnis menggunakan SKU untuk pelacakan dan penyimpanan inventaris. Bisnis juga melabeli produk mereka dengan stiker yang menampilkan SKU untuk mempermudah penukaran dan pengembalian, atau untuk menangani pertanyaan dari pelanggan tentang produk tertentu.
Anda dapat menggunakan SKU dan barkod pada produk yang sama dengan menambahkannya ke kolom masing-masing. Jika Anda menggunakan pemindai barkod, biasanya alat tersebut akan membaca kolom barkod, bukan SKU.
Di halaman ini
- Manfaat membuat SKU untuk produk Anda
- Praktik terbaik saat membuat SKU untuk produk Anda
- Membuat SKU untuk produk dan varian
- Menyiapkan SKU untuk varian dalam jumlah besar
- Menyiapkan SKU untuk beberapa lokasi
- Mencari produk berdasarkan SKU
- Menyinkronkan SKU dengan aplikasi pihak ketiga
- Menampilkan SKU di halaman produk dan checkout
Manfaat membuat SKU untuk produk Anda
SKU tidak wajib digunakan, tetapi pertimbangkan untuk menggunakannya karena alasan berikut:
- Pelacakan inventaris yang lebih baik: SKU membantu Anda melacak produk mana yang ada dalam stok dan di mana lokasinya.
- Pelaporan yang akurat: Laporan penjualan dan analitik akan berfungsi paling baik jika produk memiliki SKU yang unik.
- Pemenuhan yang lebih mudah: Staf dapat menemukan dan mengemas produk yang tepat dengan cepat saat setiap produk memiliki pengidentifikasi yang unik.
- Integrasi pihak ketiga: Banyak aplikasi dan layanan memerlukan SKU untuk menyinkronkan inventaris.
Jika Anda menggunakan Shopify Fulfillment Network (SFN), maka SKU unik wajib dimiliki oleh setiap varian produk.
Praktik terbaik saat membuat SKU untuk produk Anda
Anda dapat menggunakan format SKU apa pun, tetapi panduan berikut dapat membantu agar SKU Anda berfungsi paling optimal untuk Anda dan bisnis Anda:
- Karakter: Anda dapat menggunakan semua angka atau campuran angka dan huruf. Hindari format yang membuat angka 0 dan 1 bisa tertukar dengan huruf
OdanI. Jangan gunakan karakter khusus, simbol, atau spasi karena dapat menyebabkan masalah pencarian. Tanda hubung dan garis bawah berguna untuk memisahkan atribut produk. - Panjang: Buat SKU Anda sependek mungkin, misalnya tidak lebih dari 16 karakter. Bergantung pada jumlah dan ragam produk yang Anda jual, Anda dapat menggunakan format SKU sesingkat 4 hingga 8 karakter.
- Sederhana dan konsisten: Buat sistem SKU yang mudah dipahami oleh seluruh tim Anda dan membantu dalam pengambilan serta pengemasan pesanan. Setiap huruf dan angka harus memiliki tujuan, dan gunakan singkatan yang sama secara konsisten di semua produk. Misalnya, jika 'BLK' berarti hitam untuk satu produk, maka itu harus berarti hitam untuk semua produk.
- Unik: Untuk pelacakan dan pelaporan penjualan yang efektif, SKU di dalam admin Shopify Anda harus unik dan tidak boleh ada dua varian produk yang menyertakan SKU yang sama dalam detailnya. Misalnya, jika Anda menjual kemeja dalam 3 ukuran dan 4 warna, Anda memerlukan 12 SKU berbeda untuk mewakili setiap varian.
- Rencanakan untuk pertumbuhan: Rancang sistem SKU Anda untuk mengakomodasi produk baru. Jika saat ini Anda memiliki 100 produk tetapi mungkin akan berkembang menjadi 1.000, pastikan format Anda dapat menangani ekspansi tersebut tanpa kehabisan kombinasi.
Contoh format SKU
- Seorang pemilik toko pakaian yang produknya memiliki atribut merek, gaya, dan ukuran menggunakan format SKU numerik sepuluh digit
####-###-###. Digit-digit tersebut, yang dipisahkan oleh tanda hubung, merujuk pada merek, gaya, dan ukuran. Misalnya, SKU4225-776-3234mewakili celana panjang merek 4225, gaya kaki 776 (boot cut), dan ukuran 32x34 (pinggang dan panjang). - Seorang pemilik bisnis pena kayu yang menyortir dan menyimpan produk berdasarkan jenis kayu, warna tinta, dan ukuran mata pena menggunakan format SKU alfanumerik
###_###_##. Misalnya,WAL_BLK_25merujuk pada pena yang terbuat dari kayu kenari dengan tinta hitam dan mata pena 2,5 mm.
Membuat SKU untuk produk dan varian
Anda dapat menambahkan SKU saat membuat produk atau mengedit produk yang sudah ada. Setiap produk dan varian harus memiliki SKU uniknya sendiri.
Untuk mengedit SKU secara massal, Anda dapat menggunakan editor massal atau mengimpornya menggunakan file CSV.
Langkah-langkah:
Meja kerja
Dari admin Shopify Anda, buka Produk.
Klik produk yang ingin Anda edit, atau klik Tambah produk untuk membuat produk baru.
Di bagian Varian, klik varian yang ingin Anda edit.
Di bagian Inventaris, klik SKU, lalu tambahkan atau edit SKU.
Klik Simpan.
Seluler
- Dari aplikasi Shopify, ketuk ikon
.
- Ketuk produk yang ingin Anda edit.
- Di bagian Varian, ketuk XX varian.
- Ketuk varian yang ingin Anda edit.
- Di bagian Inventaris, tambahkan atau edit SKU.
- Ketuk Simpan atau ✓.
Menyiapkan SKU untuk varian dalam jumlah besar
Jika Anda mencapai batas 100 varian, pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk membuat konfigurasi produk tambahan. Gunakan editor massal atau impor CSV untuk memperbarui beberapa SKU secara efisien.
Menyiapkan SKU untuk beberapa lokasi
Jika Anda perlu menyiapkan SKU untuk pelacakan inventaris di beberapa lokasi, gunakan SKU yang sama untuk setiap varian produk di semua lokasi. Lacak tingkat persediaan secara terpisah untuk setiap lokasi. Ini memungkinkan Anda mentransfer inventaris antar lokasi dan menjalankan laporan di seluruh bisnis Anda.
Pelajari selengkapnya tentang menyesuaikan inventaris Anda.
Mencari produk berdasarkan SKU
Anda dapat mencari produk menggunakan SKU-nya di lokasi berikut:
- Bilah pencarian admin.
- Aplikasi POS Shopify. Pelajari selengkapnya tentang mencari produk berdasarkan SKU di POS Shopify.
- Etalase toko online. Jika Anda ingin pelanggan mencari produk menggunakan SKU, Anda dapat menginstal aplikasi Search & Discovery atau mengedit kode tema Anda.
Saat mencari SKU, gunakan huruf besar/kecil dan spasi yang identik, dan pastikan SKU ditambahkan ke setiap varian produk, bukan hanya ke produk utama. Selain itu, pastikan ekspor Anda menyertakan kolom SKU, karena SKU yang ditambahkan setelah pesanan dibuat tidak akan muncul dalam laporan historis, sedangkan beberapa laporan mungkin akan memfilter produk tanpa SKU.
Menyinkronkan SKU dengan aplikasi pihak ketiga
Jika Anda mengalami masalah sinkronisasi di seluruh aplikasi pihak ketiga, kemungkinan besar penyebabnya adalah SKU yang hilang atau tidak cocok. Jika SKU tidak disinkronkan dengan benar, coba langkah-langkah penyelesaian masalah berikut:
- Periksa apakah SKU telah ditambahkan ke semua varian produk
- Pastikan aplikasi pihak ketiga memiliki izin akses yang benar untuk mengakses data produk.
- Tinjau SKU untuk memeriksa apakah ada karakter khusus, spasi, dan penggunaan huruf besar/kecil yang bervariasi yang mungkin menyebabkan masalah.
- Periksa apakah aplikasi dikonfigurasi untuk disinkronkan dengan bidang SKU Shopify, bukan dengan pengidentifikasi produk lainnya.
- Pastikan SKU cocok persis antara Shopify dan aplikasi pihak ketiga, karena SKU peka terhadap huruf besar-kecil. Misalnya, "ABC123" dan "abc123" dikenali sebagai SKU yang berbeda.
Menampilkan SKU di halaman produk dan checkout
Meskipun SKU terutama untuk penggunaan internal, Anda dapat menampilkannya kepada pelanggan menggunakan metode berikut:
- Tambahkan kode Liquid kustom ke halaman produk Anda
- Gunakan aplikasi pihak ketiga untuk kustomisasi halaman checkout
- Pekerjakan Shopify Expert untuk pengembangan tema kustom
- Cari contoh kode spesifik tema di Shopify Community